REPUBLIKA.CO.ID, Setelah menghentikan aliran minyak ke Inggris dan Perancis, Iran mengancam akan menghentikan penjualan minyak ke negara lain anggota Uni Eropa jika benua itu terus menjalankan kebijakan bermusuhan.
Deputi Menteri Perminyakan Iran Ahmad Qalebani pada Senin (20/2) mengisyaratkan kemungkinan menghentikan ekspor minyak ke Spanyol, Belanda, Yunani, Jerman, Italia dan Portugal, Press TV melaporkan.
“Tidak diragukan lagi jika tindakan-tindakan permusuhan beberapa negara Eropa terus berlanjut, ekspor minyak ke negara-negara itu akan dihentikan,” kata Qalebani, yang juga direktur Perusahaan Nasional Minyak Iran.
Pada Ahad, Menteri Perminyakan Iran mengumumkan bahwa mereka telah menghentikan ekspor minyak ke perusahaan Inggris dan Perancis. Tindakan ini dilakukan sebagai pembalasan atas keputusan Eropa untuk menghentikan impor minyak dari Iran pada Juli 2012 sejalan dengan sanksi yang dikenakan terhadap industri minyak Republik Islam.
Pada Senin, harga minyak mencapai level tertinggi dalam sembilan bulan terakhir di perdagangan Asia menyusul pengumuman penghentian ekspor minyak Iran. Qalebani juga mengatakan bahwa harga minyak akan mencapai 150 dolar per barel di masa mendatang.

Egyptian activists have gathered in Cairo for a mass protest against the ruling military and its handling of a series of clashes between security forces and demonstrators that killed 17 people and drew international criticism, even as thousands of others demonstrated their support for the army. Tens of thousands protested in the capital’s Tahrir Square, the focal point of protests against the Supreme Council of Armed Forces (SCAF) after Friday prayers. Students called for Egyptians to join Friday’s protest with a march from Ain Shams University to Tahrir Square. Two students were among those killed in the latest clashes. “The current predicament we have reached is a result of the army council’s reluctance to play its role, its intentional foot-dragging, breaking its obligations and failing over the economy and security, putting the whole country on the edge of a huge crisis,” said a statement signed by two dozen parties, youth movements and others calling for Friday’s protest.





