Category Archives: News and informations

Hadiri HUT Israel, NasDem Dianggap Tidak Pro-Islam

Hidayatullah.com— Politikus Nasional Demokrat (NasDem) Ferry Mursyidan Baldan, menilai kehadirannya dalam HUT Israel dianggap tidak ada yang istimewa. Ia mengaku, sebagai politikus, dirinya harus menjaga komunikasi dengan semua pihak, bahkan yang berbeda sikap politik sekali pun.

“Berbeda dalam politik kan tidak harus bermusuhan,” kata Ferry dikutip laman merdeka.com, Senin (30/04/2012).

Dalam laman itu, Ferry mengatakan, dirinya hadir di acara HUT Kemerdekaan Israel ke-64  karena diundang secara pribadi.

“Saya tidak mewakili siapa pun,” ujar dia.

Bahkan ia mengibaratkan kehadirannya di acara HUT Kemerdekaan Israel dengan kehadirannya di acara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) sebelum menjadi partai resmi.

“Ya biasa saja, saya juga punya hubungan dengan FPI. Kita kan perlu menjaga hubungan dan komunikasi dengan siapa pun,” ujar pria berdarah Aceh ini.

Tak Pro Islam

Sementara itu, kehadiran politikus Nasional Demokrat (NasDem) pada perayaan ulang tahun (HUT) Israel di Singapura menjadi polemik. Pengamat politik Universitas Indonesia Iberamsjah menilai, kehadiran politikus NasDem Ferry Mursyidan Baldan, dalam perayaan HUT Israel di Singapura, Kamis (26/04/2021) lalu, dapat berakibat kepada berkurangnya kepercayaan publik kepada Partai Nasdem. Sebab, publik akan berpikir NasDem tak membela Islam.

“Kita semua tahu tindakan Israel terhadap umat Islam di Palestina khususnya tak bisa ditolerir, tindakan Israel yang tidak terpuji,” kata Iberamsjah dikutip merdeka.com, Jakarta, Senin, (30/04/2012).

Menurut Iberamsjah, kehadiran Ferry ke acara tersebut sangat melukai perasaan umat Islam. Iberamsjah lantas mempertanyakan apakah Partai NasDem memiliki hubungan dengan Israel.

“Harus dan pantas dicurigai hubungan antara Partai Nasdem dengan Israel. Jangan-jangan biaya yang digunakan oleh Partai Nasdem selama ini berasal dari bankir-bankir Yahudi Israel, karena Partai Nasdem ini termasuk partai yang memiliki biaya besar dan tempo yang cepat,” jelas Iberamsjah.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah WNI yang terdiri dari anggota Kadin, ormas pemuda Muslim dan politikus Partai NasDem Ferry Mursyidan Baldan menghadiri perayaan HUT Israel di Singapura.*


Hubungan Arab-Mesir Tegang

Kairo, Kompas - Aparat keamanan Mesir bersiaga di sekitar gedung Kedutaan Arab Saudi di Distrik Giza, Kairo, Minggu (29/4), guna mencegah kemarahan massa terhadap penangkapan pengacara asal Mesir, Ahmed al-Gizawi, di Arab Saudi. Insiden ini memicu ketegangan diplomatik kedua negara.

Al-Gizawi ditangkap aparat keamanan Arab Saudi di Bandara Udara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, dengan tuduhan membawa 20.000 pil antidepresi dalam tas pakaiannya.

Ribuan warga Mesir mencoba mendobrak gedung Kedutaan Arab Saudi di Distrik Giza, Sabtu lalu. Hal tersebut memicu bentrok dengan aparat keamanan.

Pemerintah Arab Saudi memutuskan menutup sementara kedutaannya di Kairo dan kantor konsulatnya di kota Alexandria dan Suez, serta memanggil pulang duta besarnya di Kairo, Abdel Aziz al-Qattan.

Ketua Dewan Agung Militer (SCAF) Jenderal Muhammad Hussein Tantawi segera menelepon Raja Arab Saudi Abdullah untuk meredakan ketegangan hubungan kedua negara akibat penahanan pengacara asal Mesir itu.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Mesir Muhammad Kamel Amr juga menelepon Menlu Arab Saudi Pangeran Suud Faisal untuk mencegah kemungkinan meningkatnya ketegangan hubungan Mesir-Arab Saudi.

Partai Kebebasan dan Keadilan (FJP) yang merupakan sayap politik Ikhwanul Muslimin juga mengimbau agar tidak terjadi eskalasi ketegangan hubungan Mesir-Arab Saudi.

Opini publik di Mesir juga terpecah. Sebagian opini melihat aksi unjuk rasa di sekitar gedung Kedutaan Besar Arab Saudi merupakan tindakan individual sebagian elemen masyarakat. Mereka juga beropini, menjaga hubungan historis Mesir-Arab Saudi jauh lebih penting dari sekadar peristiwa sesaat.

Tidak semena-mena

Sebagian opini lagi memandang, aksi unjuk rasa di depan gedung Kedutaan Besar Arab Saudi atau negara lain penting dilakukan. Hal itu supaya Pemerintah Arab Saudi atau negara lain tidak semena-mena memperlakukan warga Mesir di luar negeri. Mereka melihat banyak warga Mesir diperlakukan tidak adil di luar negeri, termasuk di Arab Saudi.

Bahkan, sejumlah analis menuduh, perlakuan Arab Saudi terhadap Mesir pada pra dan pasca revolusi sangat berbeda.

Arab Saudi dikenal sangat dekat dengan pemerintah Presiden Hosni Mubarak. Arab Saudi sempat dituduh kurang simpati terhadap revolusi Mesir yang menjatuhkan rezim Hosni Mubarak.

Para aktivis Mesir juga menuduh, penangkapan Al-Gizawi lebih berlatar belakang politik karena Al-Gizawi sebelumnya gencar mengajukan berkas perkara ke pengadilan Mesir untuk memperkarakan Raja Abdullah agar segera membebaskan tahanan warga Mesir di Arab Saudi.

Seperti dimaklumi, jumlah warga Mesir di Arab Saudi merupakan terbesar di luar negeri dan sekaligus penyumbang devisa terbesar ke Pemerintah Mesir selama ini. (mth)

Israel: Iran Jauh Lebih Berbahaya Ketimbang Mesir

YERUSALEM - Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak mengklaim, Iran adalah ancaman yang lebih berbahaya ketimbang Mesir. Klaim itu diutarakan Barak untuk menyikapi pertanyaan Menteri Luar Negeri Avigdor Lieberman, yang lebih menganggap Mesir sebagai ancaman Negeri Yahudi.

Pada awal pekan ini, Lieberman mengatakan pada Perdana Menteri Benjamin Netanyahu bahwa Israel harus mempersiapkan diri dan membentuk tiga divisi di wilayah selatan. Seiring dengan memburuknya hubungan Mesir dan Israel.

Mesir juga tampak mengerahkan pasukannya ke Semenanjung Sinai. Meski demikian Barak menjelaskan, keberadaan Iranlah yang mengancam Israel.

“Ancaman Iran adalah ancaman yang sanggup membahayakan eksistensi Israel. Dalam kasus ini, kita semua harus bekerja untuk menghentikan pembangunan senjata nuklir Iran. Israel sudah cukup puas dengan sanksi-sanksi yang diberlakukan untuk Iran,” ujar Barak, seperti dikutip Globes, Kamis (26/4/2012).

Barak juga menampik pernyataan dari para anggota Kabinet Israel yang mengatakan, rencana serangan Israel ke Iran yang dibicarakan Barak dan Netanyahu adalah alasan politis. Barak menegaskan, Israel adalah negara terkuat berada di antara Tripoli di Libya dan Teheran, di Iran.

Dalam kasus hubungan bilateral Mesir dan Israel, Barak mengklaim, Israel memiliki pengaruh di Negeri Piramida. Israel yakin dapat membuat Mesir menjadi bersikap lebih baik. Isu serangan roket yang muncul di Semenanjung Sinai juga dianggap sebagai salah satu hal yang tidak baik untuk dijadikan wacanawacana.

www.okezone.com

Videos, Slideshows and Podcasts by Cincopa Wordpress Plugin