Kerjasama Internasional dalam penanganan pandemi covid 19

ISMES – Pandemi Corona telah menyengsarakan masyarakat di seluruh dunia. Pada awalnya, banyak negara yang menutup diri. Namun kemudian, seiring dengan semakin parahnya penyebaran virus ini, kerjasama internasional menjadi hal yang tak terelakkan dan harus dijalankan oleh negara-negara di dunia, termasuk oleh Indonesia. Namun demikian, ada banyak kendala dalam pelaksanaan kerjasama tersebut. Ini tidak terlepas dari pembahasan teori kerjasama internasional dari sudut pandang keilmuan Hubungan Internasional dimana di balik kerja sama itu ada aktor-aktor internasional dengan berbagai kepentingannya. Belum lagi, masing-masing region memiliki karakteristik dan kerumitan masing-masing. Terkait dengan kawasan Timur Tengah, dikhawatirkan Covid-19 dengan berbagai implikasinya ini bisa memantik munculnya kembali permasalahan-permasalahan lama, seperti isu kesenjangan ekonomi di kawasan dan isu Arab Spring ( jilid II). Indonesia sendiri mau tidak mau harus membuka diri dan bekerja sama dengan dunia internasional untuk menangani pandemi Covid-19 ini, baik untuk kepentingan penanganan secara medis, seperti upaya penemuan vaksin Covid-19, maupun untuk upaya pemulihan perekonomian selama dan pascapandemi Covid-19 ini.
Demikian benang merah webinar ISMES seri II yang bertajuk Kerjasama Internasional dalam Penanganan Covid-19. Webinar ini diselenggarakan oleh ISMES dan didukung oleh civitas academica Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Jakarta, Universitas Veteran, Jakarta, serta LIPI pada Rabu, (17/6/20). Narasumber pada webinar ini adalah Trias Kuncahyono (Peneliti Middle East Institute Jakarta dan eks jurnalis senior harian KOMPAS), Hamdan Basyar, A.P.U. (Peneliti Utama LIPI dan penasihat ISMES), Dr. Asep Kamaluddin Nashir (Wakil Dekan III FISIP dan dosen HI UPNVJ), dan Dr. Ryantori (Direktur Eksekutif ISMES dan dosen HI Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) Jakarta, serta dimoderatori oleh Fahmi Salsabila, M.Si (Sekjen ISMES dan dosen Universitas Muhammadiyah Riau). Webinar ini juga dimeriahkan dengan keikutsertaan kalangan akademisi seperti Broto Wardoyo, Ph.D, dosen Hubungan Internasional dari Universitas Indonesia, dan Dr. Asep Setiawan, dosen Ilmu Politik dari Universitas Muhammadiyah Jakarta.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*