Home » Article and Analysis » TIMUR TENGAH DALAM PUISI » 1643 views

TIMUR TENGAH DALAM PUISI

TIMUR TENGAH DALAM PUISI
Ryantori

Tiada tuntasnya…nampaknya…
kawasan yang dari toponimnya seakan tak menggariskan batas
yang jelas ini…
menjadi bahan perbincangan masyarakat dunia
sejak masa para Nabi

Islam, Yahudi, Nasrani…
tiga agama besar samawi monoteistik
Ibrahimiyah muncul dari tanah-tanah suci
yang bertebaran disana…
menyingkirkan kegelapan pagan
sekaligus kejahiliyahan

Membawa pesan damai nan menyejukkan…
membentuk masyarakat agamis nan berperadaban…
serta menjungkalkan karakter-karakter tiran yang anti-Tuhan…
meski dalam kenyataannya roda sejarah terus berputar…
hitam berganti putih…
terang berganti kelam…

Upaya demi upaya dilakukan oleh bangsa dari luar kawasan untuk menjarah…
mengeksploitasi…
mengadu domba…
bahkan membumihanguskan kekayaan alam
serta warisan keilmuan nan tak ternilai harganya…
hingga saat ini…
hingga detik ini…

Ratusan…
ribuan…
bahkan jutaan nyawa telah melayang…
menjadi saksi bisu dari
pertikaian-pertikaian politik “berbalut” ekonomi…
”berbalut” ideologi…
”berbalut” kedaulatan…
dan entah “berbalut” apa lagi…

Tatapan kosong disertai ratapan para pengungsi anak-anak, wanita dan orang tua dari Palestina…
Suriah…
Irak…
kerap menghiasi berita di layar kaca…
disaksikan berjuta-juta pasang mata penduduk dunia…
yang turut merasakan prihatin…
lantas ada yang bergegas memberikan
bantuan…
namun lebih banyak yang sekadar prihatin…
sekadar prihatin…

Energi positif seakan telah sirna di sana…
hanya energi negatif yang berkeliaran…
menggelayuti pikiran dan merasuk ke sanubari para petinggi dan
pembesar yang abai terhadap bangsanya

Negara-negara di kawasan dan di luar kawasan sebenarnya bukan tidak berbuat
dan hanya duduk manis berpangku tangan!
Mereka berbuat!
Ya…
mereka berbuat…!

Gelaran beragam konferensi regional pun internasional mengenai perdamaian maupun konferensi mengenai kerjasama merupakan bukti bahwa dunia berbuat…

Aahhh…
sayang mulut ini berucap…
memang berbuat…
ya…berbuat…
namun apa makna
jika tidak bersikap..!

Harus bersikap!
Bukan cuma berbuat!
Agar harapan akan kondisi serta situasi di kawasan ini yang akan berayun ke arah membaik bisa mewujud menjadi sebuah keniscayaan…
semoga…

Hang Lekir, 24 November 2016

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*