Home » Article and Analysis » Revitalisasi ISMES » 1147 views

Revitalisasi ISMES

Revitalisasi Pengurus ISMES

Jakarta – Sejak berdiri pada tahun 1990-an oleh beberapa Peneliti LIPI, Dosen UI, dan Wartawan, The Indonesian Society for Middle East Studies (ISMES) melakukan banyak kegiatan seperti diskusi rutin, seminar, penerbitan buku, hingga konsultasi bagi mereka yang hendak menulis skripsi atau tesis terkait Kajian Timur Tengah. Dalam rangka revitalisasi pengurus, maka pada Senin 31 Oktober 2016 diadakan restrukturisasi pengurus.

“Atas restu dari para penasehat ISMES akhirnya forum bersepakat untuk memilih Mas Ryantori sebagai Direktur ISMES,” kata Sekjen ISMES Yanuardi Syukur.

Sebagai lembaga kajian dan riset, ISMES juga terlibat aktif dalam publikasi tulisan di berbagai media media massa cetak dan elektronik, bermitra dengan beberapa kedutaan, dan menjadi narasumber untuk Kemenlu, DPR RI dan stasiun televisi dan radio. Beberapa tokoh ISMES di masa awal adalah Prof A. Rahman Zainuddin (alm), Prof Zainuddin Djafar (alm), Prof Riza Sihbudi, Prof Hamdan Basyar, Dubes RI untuk New Zealand Amris Hassan, Smith Alhadar, dan beberapa nama lainnya.

Seiring berjalannya waktu, ISMES kemudian dipimpin oleh Professor Hamdan Basyar dan Sekjen Fahmi Salsabila. Pada rapat Senin, 31 Oktober 2016 disepakati struktur baru ISMES dengan Direktur Ryantori (Wakil Dekan I Universitas Moestopo Beragama/Mahasiswa S3 Hubungan Internasional Unpad), Sekjen Yanuardi Syukur (Dosen Universitas Khairun, Ternate/Mahasiswa S3 Antropologi FISIP UI). Selain itu, dibentuk juga struktur Ketua Divisi Kajian Ali Rido Alatas (Mahasiswa S3 Universitas Ibnu Khaldun Bogor), Ketua Divisi Riset Asep Kamaluddin (Mahasiswa S3 Hubungan Internasional FISIP Unpad), dan Ketua Divisi Humas Fahmi Salsabila (Pengamat Politik Internasional).

Pada pertemuan ISMES tadi siang, disepakati pula beberapa kegiatan seperti seminar, pembuatan buku, dan publikasi karya ISMES di berbagai media.

ISMES adalah wadah berkumpulnya orang Indonesia yang berminat pada Kajian Timur Tengah dari berbagai segi: politik, ekonomi, dan sosial-budaya. *