Home » Article and Analysis » AGRESI MILITER PENJAJAH ISRAEL MELUAS JIKA RESPON DUNIA LAMBAT » 789 views

AGRESI MILITER PENJAJAH ISRAEL MELUAS JIKA RESPON DUNIA LAMBAT

Jakarta, 04 Muharram 1434 H/ 18 November 2012 (MINA) – Seorang Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang juga pengamat masalah-masalah Timur Tengah mengatakan kepada kantor Berita MINA, “Penjajah Israel akan terus memperluas agresi militernya ke Jalur Gaza jika dunia tidak secepatnya merespon.”

“Israel tidak akan menghentikan agresinya, jika tidak ada reaksi yang segera dan menekan” kata M. Hamdan Basyar, Direktur Eksekutif ISMES Indonesian Society for Middle East Studies..

Penjajah Israel melancarkan agresi militer ke Jalur Gaza setelah Kepala Staf Angkatan Bersenjata Zionist  Israel Letnan Jendral Benny Gantz mengumumkan agresi militer dengan sandi “Pillar of Cloud” pada Rabu sore (14/11). Operasi militer ini dimulai dengan gugurnya pimpinan tertinggi sayap militer HAMAS, Brigade Izzudin Al Qassam, Ahmed Al Jabbari.

Menurut para pejabat Palestina, 48 warga Palestina telah tewas sampai saat ini, 22 dari mereka gerilyawan dan 25 warga sipil, di antara mereka seorang wanita hamil dan 10 anak. Korban Palestina yang paling menonjol adalah Ahmed Jabari, seorang komandan Hamas.
Menurut pihak berwenang Israel, tiga warga sipil Israel, dua pria dan satu wanita hamil, juga telah tewas.

Hamdan mengatakan, agresi militer Zionist tersebut sudah direncanakan. Hal Ini terkait momen pemilihan presiden AS baru-baru ini.

 

Seperti halnya agresi militer yang dilakukan penjajah Israel sebelumnya, Israel selalu memanfaatkan momen yang ada di negara-negara pendukungnya.

Akhir tahun 2008, selama 22 hari, Penjajah Israel melakukan agresi militer dengan sandi “Operation Cast Lead”. Menurut laporan PBB, Agresi tersebut mengakibatkan 1.419 warga Palestina gugur sebagai syuhada, 5.000 warga luka-luka, serta 20.000 warga menjadi pengungsi. Agresi itu dilaksanakan setelah pemilihan presiden AS ke-44 yang dilaksanakan 04 November 2008 lalu.

Hamdan menegaskan, organisasi Dunia seperti PBB harus bertindak tegas karena penjajah Israel telah melanggar aturan hukum internasional. PBB saat ini harus membenahi sistem organisasinya. Veto PBB yang dimiliki oleh negara-negara tertentu seringkali dimanfaatkan untuk kepentingan sendiri.

Hamdan memuji sikap Presiden Muhammad Mursi yang langsung menarik pulang Duta Besar Mesir untuk Israel Atef Muhammad Salem, terkait agresi militer terhadap Jalur Gaza. “Negara-negara Islam terutama yang terdekat dengan Palestina harus melakukan tindakan nyata dengan segera memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel,” Kata Hamdan.

Pemerintah Indonesia juga dihimbau untuk tidak hanya melakukan pernyataan kecaman tetapi juga mendorong negara-negara yang punya pengaruh untuk menekan  penjajah Israel agar menghentikan agresi militer Penjajah Israel.

Negara-negara Islam lainnya yang segera mengeluarkan kecaman terkait agresi militer terhadap Jalur Gaza adalah Iran, Suriah, dan Qatar.(R-022/R-006)

 

Sumber: Mirajnews